niezmatul

March 27, 2011

Peta Perekonomian Daerah Irian Jaya

Filed under: Uncategorized — Niezma Maula @ 7:39 am

1. Keadaan Geografis

Secara astronomis, irian terletak antara 00 19’ – 100 43’ LS dan 1300 45’ 1500 48’ BT, mempunyai panjang 2400 km dan lebar 660 km. secara administratif pulau ini terdiri dari papua sebagai wilayah RI dan papua Nugini yang terlatak di bagian timur.
1. Semenanjung barat atau kepala burung yang dihubungkan oleh leher yang sempit terhadap pulau utama (1300 – 1350 BT)
2. Pulau utama atau tubuh (1350 – 143,50 BT)
3. Bagian timur termasuk ekor (143,50 – 1510 BT)
Di sebelah utara papua terdapat bagian Samudra Pasifik yang dalamnya 4000m, dibatasi oleh kepulauan Carolina di sebelah utara. Pulau-pulau karang yang muncul terjal dari dasar samudra itu (Mapia di sebelah utara Manokwari) menunjukkan bahwa bagian samudra ini merupakan block kontinen yang tenggelam. Block kontinen yang tenggelam di sebelah utara Papua ini dianggap sebagai tanah batas “Melanesia”. Kearah selatan, Dangkalan Sahul (laut Arafura) dan selat torres menghubungkan Papua dengan Australia.

2. Penyebaran penduduk

Propinsi Irian Jaya merupakan propinsi yang terluas di Indonesia (410.660 km2), jumlah penduduknya 923.440 jiwa, kepadatan penduduknya + 2 jiwa/km2.

Penyebaran penduduk tidak merata. Kabupaten yang paling padat penduduknya ialah Kabupaten Teluk Cendrawasih (14 jiwa/km2) .

Penyebaran penduduk Irian Jaya adalah sebagai berikut :

1. Kabupaten Jayapura 11%
2. Kabupaten Teluk Cendrawasih 6%
3. Kabupaten Yapen Waropen 6%
4. Kabupaten Manokwari 7%
5. Kabupaten Sorong 12%
6. Kabupaten Fak-Fak 5%
7. Kabupaten Merauke 17%
8. Kabupaten Jayawijaya 19%
9. Kabupaten Paniai 17%

Kenaikan penduduk selama lima tahun terakhir menunjuk-kan 2%/tahun dan diperkirakan laju pertumbuhan selama Repelita II 2,2%/tahun.

3. Mata Pencaharian

Kegiatan perekonomian yang ada

Masyarakat pedalaman Irian Jaya pada umumnya masih dalam taraf kegiatan mencari/memenuhi kebutuhan makanan untuk sendiri/keluarga sendiri. Sebagai hasil dari berbagai aktivitas pembangunan yang dilaksanakan, maka banyak di antara penduduk pedalaman sudah mengenal uang sebagai alat tukar ekonomis, meskipun barn pada tingkat pengenalan per­tama.

Penduduk kota di Irian Jaya makanan pokoknya adalah beras sedangkan penduduk pedalaman makanan pokoknya adalah sagu dan ubi-ubian. Penanaman padi baru dikenal di beberapa daerah, antara lain daerah Merauke dan Nabire.

Mata pencaharian utama lainnya ialah berkebun pala dan coklat terutama di daerah Fak-Fak, Manokwari dan Serui.     Namun demikian hasil perkebunan ini belum dapat berkem-bang dengan baik karena sukarnya prasarana ke pusat-pusat kota dan terbatasnya sarana pemasaran.

4. Pariwisata

TAMAN NASIONAL LAUT TELUK CENDRAWASIH

· Ditunjuk sebagai taman nasional oleh Menteri Kehutanan tahun
1993 dengan luas ± 1.453.500 ha. Secara administrasi
pemerintahan berada pada wilayah Kabupaten Manokwari dan
Kabupaten Paniai, Propinsi Dati I Irian jaya.
· Cara mencapai lokasi :
Manokwari ke Taman Nasional Laut Teluk Cendrawasih (95 km)
dapat menggunakan kapal motor dengan jarak tempuh 18 – 20 jam
atau dengan menggunakan pesawat jenis Twin Otter. Dari Nabire
ke lokasi (38 km) dapat menggunakan perahu motor dengan waktu
tempuh 2 – 3 jam.
· Potensi kawasan :
Kawasan Taman Nasional Laut Teluk Cendrawasih terletak pada
wilayah yang beriklim tropis yang lembab. Curah hujan rata-rata
per tahun berkisar antara 1.295 – 3.703 mm, dengan suhu udara
antara 21,2° – 33,1° C. Ketinggian tempat antara 0 –
2.252 m dpl.
Taman Nasional Laut Teluk Cendrawasih mempunyai tipe
ekosisitem pantai dan perairan laut yang terdiri atas terumbu
karang (± 146 jenis), padang lamun dan perairan dangkal
dengan kedalaman kurang dari 20 meter.
Taman nasional ini mempunyai 14 jenis flora yang dilindungi yang
sebagian besar didominasi oleh jenis pohon Kasuarina. Tercatat
tidak kurang dari 183 jenis satwa dan 37 jenis di antaranya
dilindungi, juga 36 jenis burung dan 18 jenis yang dilindungi antara
lain Junasi mas (Chaloenas nicobaricca).
Keanekaragaman jenis moluska sekitar 196 jenis. Beberapa jenis
suku Tridacnidae seperti Kima raksasa, Kima kecil, Kima luang dan
juga jenis suku Cymatida.
Kawasan ini juga kaya akan jenis-jenis ikan yaitu tidak kurang dari
209 jenis dari 65 suku, dan beberapa penyu antara lain Penyu sisik,
hijau, belimbing, sisik semu.

TAMAN NASIONAL WASUR

· Ditunjuk sebagai taman nasional oleh Menteri Kehutanan tahun
1990 dengan luas ± 308.000 ha. Secara administratif pemerintahan
berada pada wilayah Kabupaten Dati II Merauke, Propinsi Dati I
Irian Jaya.
· Cara mencapai lokasi :
Dari Jayapura ke Merauke (plane)
dengan waktu sekitar 1,5 jam dan
dari Merauke ke lokasi sekitar 9 s/d 85 km
menggunakan kendaraan roda empat
dengan waktu tempuh 1 s/d 2 jam. Jalan
Trans Irian dari Jayapura ke Merauke
membelah kawasan Taman Nasional
Wasur.
· Potensi kawasan :
Topografi Taman Nasional Wasur terdiri
dari datar bergelombang ringan dengan
ketinggian tempat antara 0 – 90 m dpl.
Curah hujan terkecil 10 mm dari bulan Juli
s/d Nopember dan terbesar 264 mm pada
bulan Januari, dengan suhu udara 22° – 30° C.
Sebagian besar berupa vegetasi savana dan sebagian kecil berupa
hutan rawa, mangrove, hutan musim, hutan pantai, padang
rumput. Tercatat tidak kurang dari 80 jenis mamalia (27 di
antaranya endemik), 391 jenis burung.
Satwa yang ada antara lain : Kanguru (Walabia agillis), Dara
mahkota (Coura cristata), Kasuari (Casuarius casuarius),
Cincinnurus respublica, Petaurus breviceps, Antechinus melanurus,
Darcopsis veterum, Hydromys chycogaster, Rhipidura maculipectus,
Pordagus papuensis, Crocodylus novaeguineae dan lain-lain.
· Kegiatan yang ditawarkan :
o Penjelajahan alam, hutan, satwa dan budaya suku Marind,
Kanum dan beberapa suku lainnya yang unuk dan menarik.
o Pengamatan burung-burung yang ramai di Danau Rawa Biru,
pantai pasir putih, hutan monsoon.
o Penelitian.
· Fasilitas yang tersedia : Pos jaga
· Informasi lainnya :
o Taman Nasional Wasur merupakan taman nasional yang
berbatasan langsung dengan negara Papua New Guinea.
o Taman Nasional Wasur lebih dikenal sebagai “serengti Irian
Jaya”.
o Belum ada pengusahaan pariwisata alam.

TAMAN NASIONAL LORENTZ
· Ditunjuk sebagai taman nasional oleh Menteri Kehutanan tahun
1997 dengan luas ± 2.505.600 ha. Secara administratif
pemerintahan berada pada wilayah Kabupaten Paniai, Kabupaten
Jayawijaya, Kabupaten Fak-fak dan Kabupaten Merauke, Propinsi
Dati I Irian Jaya.
· Cara mencapai lokasi :
Dari kota Timika ke bagian Utara Taman Nasional Lorentz
menggunakan penerbangan perintis dan ke bagian Selatan
menggunakan kapal laut melalui Pelabuhan Sawa Erma, dilanjutkan
dengan jalan setapak ke beberapa lokasi.
· Potensi kawasan :
Sebagian besar Taman Nasional Lorentz terdiri atas lembah-lembah
dengan lereng curam dan terjal, dengan ketinggian tempat antara
2.000 – 6.000 m dpl. Yaitu puncak tertinggi adalah Puncak Jaya.
Curah hujan tahunan rata-rata berkisar antara lain hutan rawa,
hutan tepi sungai, hutan sagu, hutan gambut, pantai pasir karang,
hutan hujan lahan datar/lereng, hutan hujan pada bukit, hutan
kerangas, hutan pegunungan, padang rumput, lumut kerak. Jenisjenis flora yang ada dalam kawasan antara lain Nypa fructicans,
Rhizophora apiculata, Terminalia canaliculata, Nauclea coadunata,
Casuarina equisetifolia, Calophyllum inophyllum, Ficu, Podocarpus,
Symplocos cochinchinensis, Rhododendron culminicolum, Poa
nicicola dan lain-lain.
Terdapat 350 jenis burung antara lain 2 jenis kasuari, 4 megapoda,
31 jenis dara dan merpati, 30 jenis kakatua, 13 jenis burung udang,
29 jenis yang endemik serta beberapa 101 jenis mamalia.
· Kegiatan yang ditawarkan :
o Rekreasi dan wisata alam antara lain penjelajahan hutan,
panorama alam, pengamatan berbagai jenis satwa, air terjun,
menyusuri sungai dan lain-lain.
o Penelitian.
o Budaya suku setempat.
· Fasilitas yang tersedia : Belum ada.
· Informasi lainnya :
o Taman Nasional Lorentz merupakan kawasan perlindungan
yang paling efektif di dunia karena sifatnya yang unik dan
keindahan alamnya yang mempesona.
o Terdapat salju abadi.
o Ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu World Heritage Site
pada tahun 1999.
o Sedang diusulkan sebagai Warisan Alam Dunia
o Kepercayaan masyarakat/suku yang masih dipegang teguh.

ada sembilan kabupaten di propisi irian jaya, disini saya akan memberikan gambaran mengenai salah satu kabupaten dari irian jaya, yaitu Kab. Merauke.

Kabupaten Merauke

Kabupaten Merauke adalah salah satu kabupaten di Provinsi Papua, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Merauke. Kabupaten ini adalah kabupaten terluas sekaligus paling timur di Indonesia. Di kabupaten ini terdapat suku Marind Anim

Geografi Merauke

Secara geografi, kota Merauke adalah salah satu kota paling timur di Indonesia, sekaligus berbatasan dengan Negara (Papua Nugini).Kabupaten ini adalah kabupaten terluas.

Sumber Daya Alam

Disebabkan oleh jaraknya yang dekat dengan Australia, sehingga terdapat kesamaan karakteristik alam dataran kering. Di sekitar Merauke terdapat savana, pohon kayu putih dan kangguru mengingatkan kita kepada Benua Australia. Pohon Sagu, yang merupakan sumber kebutuhan pokok, tumbuh disekitar sungai dan rawa. Merauke sendiri sangat berdebu dan panas.

Kependudukan

Jumlah penduduk merauke terdiri dari 17 suku setempat dengan perbedaan bahasa dan kebudayaan. Suku-sukunya antara lain: Marind, Moraori, Kanum, Yei, Kimaam, Muyu, Mandobo, Jair, Kuruwai, Kombai, Citak, Mitak. Yaghai, Awyu, Asmat, Wiyagar and Yelmek. yang dari ke17 suku yang terdapat dikabupaten merauke ini marindlah yang merupakan suku asli yang memiliki kota merauke. Disamping itu banyak suku dari daerah lain.

Transportasi

Untuk menuju ke Kota Merauke (Kota Rusa) bisa ditempuh dengan menggunakan kapal laut (Kapal Pelni) dan juga melalui transportasi udara yang hanya dilayani oleh satu-satunya maskapai penerbangan swasta, yaitu Merpati Nusantara Airline (MNA).

Kota Merauke terkenal dengan sebutan Kota Rusa dikarenakan dahulu hewan jenis ini banyak sekali ditemukan di kota ini selain binatang-binatang asli Papua lainnya, seperti kangguru merah, burung pelikan dan sebagainya.

Dilihat dari kondisi geografi, sejarah, ekonomi dan budaya, Kota Merauke memiliki beberapa keistimewaan dibandingkan dengan kota-kota lainnya di Pulau Papua. Secara geografi, kota Merauke adalah salah satu kota paling timur di Indonesia, sekaligus berbatasan dengan Negara (Papua Nugini).

Di kota Merauke terdapat sebuah tugu yang merupakan kembaran dari tugu yang terdapat di Sabang, yaitu Tugu Sabang-Merauke. Tugu ini dibangun sebagai simbol Kesatuan Negara Republik Indonesia dari Sabang (Nanggroe Aceh Darussalam) sampai Merauke (Papua). Tugu Sabang-Merauke ini bisa kita jumpai di Distrik Sota, yaitu sebuah daerah yang terletak di sebelah timur kota Merauke. Untuk menuju ke Sota kita bisa menggunakan kendaraan roda empat.

Dari latar belakang sejarah, kota Merauke memiliki keunikan tersendiri. Nama kota ini diambil dari nama sebuah sungai yang melintasi daerah Papua Bagian Selatan, yaitu sungai Maro. Nama kota Merauke terjadi karena kesalahpahaman bahasa antara pendatang (orang-orang Belanda) dan suku Marind (penduduk asli Kabupaten Merauke). Orang-orang Belanda yang melintasi sungai Maro menggunakan kapal uap, menarik perhatian suku Marind. Disinilah terjadi komunikasi antara orang Belanda yang mengira orang Marind bisa menggunakan bahasa Melayu.

Mata Pencaharian

Perekonomian di kota Merauke termasuk berkembang. Kapal-kapal yang memuat kebutuhan pokok penduduk Kabupaten Merauke berdatangan dari Pulau Jawa, namun untuk kembali ke Pulau jawa kapal-kapal ini tidak memuat barang muatan. Terjadi juga transaksi dagang antara penduduk Merauke dengan penduduk Negara tetangga PNG yang datang ke daerah kabupaten Merauke (Pelintas Batas) khusus untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Masalah Flu Burung yang sering terdengar di media masa Indonesia seperti tidak terlihat di Pulau Papua khususnya di kota terujung sebelah timur Indonesia ini. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh kurangnya akses transportasi ke daerah terujung timur Indonesia ini.

Parawisata

Turis seringkali pergi ke Merauke untuk pergi ke Asmat dengan kapal dan pesawat atau melakukan perjalanan ke kali Bian dan kali Maro. Pada level air tertentu (air pasang), kali maro akan terhubung dengan Tanah Merah, dimana Belanda mengasingkan Soekarno sebagi tahanan politik. Daerah-daerahnya berada diwilayah rendah, dan berliku-liku dan banyak sungai dan perbukitan disebelah utara yaitu pegungan jayawijaya. Pada Wilayah-wilayah pesisir pantai terdapat pohon bakau dengan pantai yang berlumpur.

sumber: http://www.dephut.go.id/INFORMASI/INFPROP/Inf-Irja.PDF

http://wahyuni07.blogspot.com/2008/10/geologi-irian-jaya.html

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: